• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Senin, 25 September 2017

Finishing Kubah Reaktor Biogas

          Kubah reaktor biogas yang telah dicor masih memungkinkan adanya lubang-lubang atau pori-pori kecil yang dapat mengakibatkan keluarnya gas.Oleh karena itu kubah bagian dalam perlu dilakukan finishing dengan memberi lapisan-lapisan tambahan. Finishing dapat dilakukan setelah cetakan kubah (tanah) digali keluar dari digester, tanah boleh dikeluarkan setelah kubah (dome) telah mempunyai kekuatan dan kubah dianggap telah mempunyai kekuatan setelah berumur 3 hari. Prosedur finishing kubah reaktor biogas tersebut adalah sebagai berikut :

1. Setelah tanah benar-benar terangkut dari dalam digester, bersihkan bagian dalam kubah dengan cara menggaruk dengan sikat dan menggosoknya.

2. Selama proses finishing tidak diperbolehkan ada orang yang lalu lalang di atas kubah, karena lapisan penutup belum kering, dikhawatirkan dengan adanya getaran akan membuatnya terlepas.

3.  Selanjutnya lapisi bagian dalam kubah yang telah bersih tadi dengan 6 (enam) lapisan sebagai berikut :
a. Lapisan 1 : Terdiri dari semen dan air dengan campuran 1 : 5, kemudian disapukan dengan kuas ke permukaan dalam kubah.
b. Lapisan 2 : Terdiri dari 10 mm plesteran dengan adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1 : 3, pemlesteran dilakukan dengan menggunakan cetok/sendok semen dan roskam.
c. Lapisan 3 : Terdiri dari semen dicampur air dengan perbandingan 1 : 5, kemudian disapukan di dalam kubah.
d.  Lapisan 4 : Dengan ketebalan 3 mm s/d 5 mm, terdiri dari semen dan pasir dengan campuran 1 : 2. Alat yang digunakan adalah sendok semen dan roskam.
e.  Lapisan 5 : Plesteran dengan campuran semen dan cat acrylic emulsion paint mix dengan perbandingan 10 : 1. Ketebalannya 3 mm s/d 5 mm diplester tipis dengan menggunakan roskam dan sendok semen.
f.  Lapisan 6 : Permukaan dicat dengan menggunakan campuran dari semen-acrylic emulsion paint dengan perbandingan 2 : 1. Alat yang digunakan adalah kuas dengan lebar 10 cm.

4.      Finishing dilakukan hingga tangki pencerna dengan jarak kurang lebih 10 cm di bawah pertemuan antara kubah dan tangki pencerna (digester).

Gambar 1. Finishing lapaisan ke 1 kubah reaktor biogas

5.  Gunakan cat yang mengandung acrylic.

Gambar 2. Cat acrylic emulsion

6.  Gunakan sendok spesi dan roskam untuk melakukan pemlesteran kubah reaktor biogas.

Gambar 3. Menggunakan sendok spesi dan roskam untuk plesteran

7.   Aduk cat acrylic terlebih dahulu sebelum dicampur dengan adonan semen.

Gambar 4. Mengaduk cat acrylic terlebih dahulu

Gambar 5. Mencampur semen dengan cat acrylic

8.  Gunakan sendok spesi untuk finishing lapisan ke 5 dan gunakan kuas untuk finishing lapisan ke 6.

Gambar 6. Finishing lapisan ke 5 kubah reaktor biogas dengan sendok spesi

Gambar 7. Finishing lapisan ke 6 kubah reaktor biogas dengan kuas

9.  Lakukan finishing lubang untuk pipa gas utama pada kubah reaktor biogas agar pas dan rapi.

Gambar 8. Finishing lubang pipa gas utama pada kubah reaktor biogas

Kamis, 14 September 2017

Instalasi Manometer dan Kompor Biogas

          Pekerjaan pemasangan instalasi Manometer dan Kompor Biogas dilakukan setelah pekerjaan instalasi pipa selesai dilakukan. Manometer berfungsi untuk mengetahui besarnya tekanan gas pada reaktor.Dengan demikian pengguna dapat langsung menggunakan gas berdasarkan ketersediaan yang ada.Sistem ini merupakan salah satu kelebihan dari sistem reaktor dengan menggunakan plastik atau fibre. Manometer yang akan digunakan dapat dibuat sendiri (tidak perlu buatan pabrik). Manometer dihubungkan dengan instalasi pipa dengan menggunakan nipple yang sesuai standar.

Gambar 1. Manometer

Gambar 2. Garis tekanan pada manometer

Untuk cairan yang akan diisikan pada manometer dapat digunakan minuman ringan dan sebaiknya yang warna merah.

Gambar 3. Pengisian cairan kedalam manometer

          Kompor yang digunakan untuk keperluan memasak dengan biogas berbeda dengan kompor gas yang menggunakan bahan baku elpiji. Lubang tempat keluarnya gas pada kompor biogas lebih kecil dari kompor untuk gas elpiji.Kompor ini sudah banyak terdapat di pasaran termasuk dari pabrikan terkenal.

Gambar 4. Kompor biogas

Gambar 5. Komponen kompor biogas

          Setelah instalasi manometer dan kompor gas selesai dipasang, sebaiknya dilakukan pemeriksaan kebocoran instalasi pipa secara keseluruhan. Cara paling mudah memeriksa kebocoran sistem pemipaan adalah dengan menggunakan air sabun. Langkah-langkah pemasangan instalasi manometer dan kompor gas adalah sebagai berikut :
1. Pasang fitting T sebelum akhir dari jaringan pipa, yaitu ujung terakhir yang menghubungkannya dengan kompor.

Gambar 6. Pemasangan fitting T sebelum ujung akhir pipa

2.  Kemudian pasangkan nipple pada fitting tersebut.

Gambar 7. Nipple

Gambar 8. Pemasangan nipple pada fitting T

3. Hubungkan nipple dengan selang manometer.

Gambar 9. Menghubungkan manometer dengan nipple

4.  Pasang knee pada ujung instalasi pipa kemudian pasang kran gas pada knee tersebut.

Gambar 10. Pemasangan kran biogas

5. Hubungkan kran tersebut dengan kompor dengan menggunakan pipa PE.

Gambar 11. Menghubungkan kran dengan kompor biogas

6. Berikut adalah gambar contoh instalasi manometer dan kompor yang sudah terpasang.

Gambar 12. Instalasi manometer dan kompor biogas

7. Setelah instalasi manometer dan kompor selesai dilaksanakan maka lakukan pemeriksaan kebocoran. Kebocoran yang paling umum ditemukan adalah pada sambungan yang menghubungkan pipa/selang plastik manometer dengan nipple, atau pada sambungan-sambungan pipa. Gambar berikut menunjukkan salah satu temuan kebocoran pada pipa.

Gambar 13. Memeriksa kebocoran gas pada sambungan pipa

          Cara yang mudah dan praktis untuk memeriksa kebocoran adalah dengan menggunakan air sabun. Langkah-langkah pemeriksaan kebocoran pada instalasi pipa reaktor biogas adalah sebagai berkut :
a. Setelah pipa dipasang maka tanah yang digali untuk jalur pipa jangan ditimbun dulu, agar memudahkan untuk melakukan pemeriksaan kebocoran pipa.
b. Sediakan terlebih dahulu sabun (bubuk detergen) di dalam ember atau wadah lain.
c. Masukkan air dan aduk dengan merata hingga menimbulkan buih.
d. Masukkan kain atau lebih baik kantung plastik (bekas) ke dalam air sabun.
e. Tutup kran (katup) pada pipa gas utama.
f.  Pompakan udara dengan cara meniup secara manual (dengan mulut) ke dalam instalasi pipa melalui selang yang akan dihubungkan ke kompor, atau dapat juga menggunakan pompa angin untuk sepeda.
g. Catat besarnya tekanan udara di dalam instalasi pipa dengan cara membaca di manometer.
h. Apabila beberapa saat setelah udara dipompa ke dalam instalasi pipa, ketinggian air pada manometer turun dengan cepat berarti ada kebocoran yang besar pada instalasi pipa tersebut.
i. Lakukan pemeriksaan pada sambungan-sambungan terlebih dahulu, termasuk nipple dengan menutup sambungan (tidak perlu terlalu kuat menggenggamnya) dengan menggunakan kain atau kantong plastik tadi (lihat gambarberikut).
j. Apabila ada kebocoran pada sambungan tersebut maka buih akan keluar dari kantong plastik tersebut. Segera ganti sambungan tersebut dengan yang baru.
k.  Apabila tidak terdapat kebocoran pada sambungan lakukan pemeriksaan pada pipa.
l. Pemeriksaan kebocoran pada pipa relatif lebih sulit dan lama dilakukan karena pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Pada salah satu kasus panjang instalasi pipa ada yang mencapai hingga 180 m (30 batang pipa PVC).
m. Apabila terdapat kebocoran pada pipa segera potong dan buang bagian yang bocor tersebut dan kemudian sambung kembali. Penyambungan pipa harus dilakukan dalam kondisi kering.
n. Kebocoran paling umum pada batang pipa terjadi akibat kurang hati-hatinya pengangkutan pipa dari tempat penjualan. Pipa diletakkan pada bak mobil pengangkut tanpa memberi alas dari bahan yang lunak, seperti kain atau kertas kartun (lihat gambar 14).

Gambar 14. Potongan dari pipa yang bocor

8. Kebocoran yang terjadi pada nipple dapat disebabkan selang yang terlalu besar atau diameter mulut nipple yang tidak standar. Atasi hal ini segera sebelum pemeriksaan kebocoran selesai dilakukan.

Gambar 15. Mengatasi kebocoran pada nipple untuk sementara

9. Setelah kebocoran pipa selesai, maka pompa kembali udara ke dalam instalasi pipa reaktor biogas. Setelah mencapai angka tertentu, misal pada ketinggian 80 cm, catat atau beri tanda angka tersebut. Biarkan selama kurang lebih 2 (dua) jam. Apabila ada penurunan yang signifikan maka lakukan pemeriksaan ulang terhadap kebocoran pipa.
10. Biogas untuk skala rumah tangga dapat digunakan baik untuk memasak maupun penerangan. Berikut adalah contoh penggunaan biogas untuk kompor dan lampu.

Gambar 16. Kompor biogas untuk memasak

Gambar 17. Lampu biogas untuk penerangan