• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Sabtu, 26 Agustus 2017

Pembuatan Lubang Kompos (Slurry Pit) Pada Reaktor Biogas

          Slurry pit (lubang kompos) merupakan tempat pembuangan bio-slurry setelah selesainya proses fermentasi di dalam digester. Slurry yang telah dibuang sudah tidak berbau sehingga tidak mengganggu lingkungan dan dapat digunakan langsung sebagai pupuk organik.


Gambar 1. Gambar denah lubang kompos (slurry pit)


          Minimal ada dua slurry pit yang harus digali dekat outlet, dengan jarak minimum 100 cm dari outlet. Volume (isi) dari kedua slurry pit paling tidak sama dengan isi tempat pengolahan (digester). Kedalaman lubang kompos tidak boleh melebihi 1 meter dan jarak antara kedua lubang maksimal 50 cm. Panjang dan lebar di bagian atas harus melebihi bagian bawah. Tepi slurry pit harus ditinggikan 10 cm di semua sisi untuk mencegah masuknya air limpasan masuk ke lubang kompos.


Gambar 2. Gambar potongan melintang lubang kompos (slurry pit)


          Slurry pit yang menjadi standar dapat terbuat dari tanah tanpa pasangan, tetapi ada kasus tertentu dimana slurry pit terbuat dari pasangan bata, hal ini tergantung kepada pengguna. Berikut ini adalah beberapa contoh slurry pit yang telah selesai dibangun.


Gambar 3. Lubang kompos (slurry piy) tanpa pasangan bata



Gambar 4. Slurry pit dari tanah dengan saluran pasangan bata



Gambar 5. Lubang kompos (slurry pit) dari pasangan bata

Senin, 07 Agustus 2017

Pekerjaan Instalasi Pipa Reaktor Biogas

          Instalasi pipa merupakan penghubung antara reaktor dengan instalasi kompor di dapur dan berfungsi menyuplai gas yang dihasilkan di reaktor biogas tersebut.Untuk sistem penyuplai gas ini digunakan pipa PVC dan pipa besi. Diameter pipa besi dan pipa PVC yang digunakan adalah sebesar ½ inchi. Pemasangan instalasi jaringan pipa ke rumah bisa terletak di atas atau ditanam di dalam tanah dengan kedalaman 30 cm minimal. Karena umumnya diperlukan pipa yang cukup panjang, maka pipa harus disambung dengan menggunakan fitting. Setiap fitting harus dililit dengan selotip teflon pipa. Berhubung kebocoran gas dapat terjadi pada sistem perpipaan, maka sebaiknya sambungan pipa diminimalisir agar dapat mengurangi peluang kebocoran gas. Selain gas, reaktor juga menghasilkan air. Air yang terperangkap di dalam gas dapat mengakibatkat tidak lancarnya aliran gas yang menuju kompor. Salah satu indikator bahwa terdapat air yang terperangkap di dalam pipa adalah nyala api di kompor yang bercampur warna kuning. Untuk membuang air yang terperangkap tersebut, maka dibuatkan instalasi Water drain. Water drain diletakkan pada titik terendah pada jaringan pipa, sedangkan jumlah Water drain dimungkinkan lebih dari satu, tergantung pada kondisi lapangan.

Gambar 1. Jalur instalasi pipa gas

          Langkah-langkah pemasangan instalasi pipa reaktor biogas adalah sebagai berikut :
1. Pasang pipa penyambung antara pipa gas utama dengan pipa PVC yang telah tersedia dan memenuhi standar pada pipa gas utama.

Gambar 2. Memasang pipa penyambung

2. Pasang pipa PVC dari pipa gas utama hingga ke dapur atau tempat lain dimana kompor atau lampu terdapat.

Gambar 3. Memasang pipa PVC dari pipa gas utama hingga ke dapur

3. Tentukan letak titik terendah dari jaringan pipa PVC tersebut dimana Water drain akan dipasang, bila perlu dengan melakukan penggalian tanah.

Gambar 4. Menggali tanah untuk kotak water drain

4. Konstruksi Water drain adalah sebagai berikut,

Gambar 5. Skema konstruksi kotak water drain

Gambar 6. Konstruksi kotak water drain dengan pasangan bata

5. Contoh kasus Water drain tanpa menggunakan kotak pelindung.

Gambar 7. Water drain tanpa kotak pelindung